InfoSorong.Com Sebagai pelaksana dilapangan dari Team InfoSorong
#Sorong Crew #Sorong Crew sebagai pemrakarsa situs Channel Sorong ini..!?!
#ComentGaul Situs #ComentGaul sebagai wadah berkreasi anak muda Papua.
Welcome
Selamat Datang di Channel Sorong!
Situs anak muda Sorong Papua yang sering kumpul di Server Dalnet.
Nantinya akan di sediakan berbagai macam fasilitas yang dapat dipergunakan oleh setiap orang dan tentunya familier dan menarik, tunggu saja tanggal mainnya.
Anda bisa menggunakan forum diskusi Alumni Corner untuk menjalin kembali cerita indah di masa sekolah atau bertukar pikiran di mIRC & Eggdrop addons, bots, and scripts Archive bagi yang senang mIRC Script etc..!?! Anda berminat untuk menjadi operator channel sorong..? atau ingin belajar mengenai perintah-perintah dasar dalam server DalNet : [1] - [2] atau [3]. Mudah-mudahan semuanya itu dapat menyelesaikan problem anda selama ini, kalo tidak posting saja topik baru di Forum Diskusi..!
Untuk sementara kami masih merancang situs tersebut sehingga anda dapat melihat temporary interface pada site ini mudah-mudahan tidak kalah dengan situs manapun yang pernah anda lihat sebelumnya.!?! Karya anak Papua akan dipentaskan di situs ini Sehingga anda dapat mencari data serta berita terbaru yang akan di update oleh Team kami, bahasa pemograman perl, cgi, serta php untuk membuat situs ini dikerjakan oleh anak Papua sendiri loh..!"
Kami sangat berterima kasih apabila anda mengirimkan kritik serta saran yang membangun kepada kami melalui email.
Jika Anda pengguna Internet Explorer (IE) dan pernah melakukan transaksi di internet, coba teliti lagi tagihan kartu kredit Anda. Walapun transaksi dilakukan melalui situs yang menggunakan secure sockets layer (SSL) sekalipun, bug yang ada pada IE dapat membocorkan data-data penting semacam itu.
Demikian diungkapkan kalangan security komputer yang dikutip Reuters, Selasa (13/8/2002).
Mereka menemukan adanya cacat serius pada program browser populer buatan Microsoft itu dan pada program PGP yang banyak digunakan untuk mengacak data. Bug tersebut dapat membocorkan data kartu kredit dan data-data lainnya yang dimiliki oleh pengguna internet.
Mike Benham, peneliti security independen yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, mengungkapkan, masalah pada IE telah ada setidaknya selama lima tahun terakhir. Masalah ini memungkinkan terjadinya penyadapan saat penggunanya melakukan pembelian atau memberikan informasi untuk keperluan e-commerce.
"Jika Anda pernah mengetikkan informasi kartu kredit pada sebuah situs SLL, ada kemungkinan data tersebut disadap," ujar Benham.
Penyadapan tersebut dapat dilakukan karena IE gagal untuk melakukan verifikasi pada sertifikat digital yang digunakan untuk membuktikan identitas sebuah situs internet. Sertifikat digital semacam ini biasanya dikeluarkan oleh otoritas terpercaya, seperti VeriSign Inc dan digunakan oleh sebuah situs internet untuk terhubung dengan protokol SSL untuk enkripsi dan otentifikasi.
Sayangnya, masih menurut Benham, siapapun yang memiliki sertifikat digital yang valid untuk sebuah situs internet dapat membuat sertifikat untuk situs internet lainnya dan kemungkinan ini tidak dikenali oleh IE.
Pendapat Benham ini diamini oleh pakar kriptografi, Bruce Schneier. Menurut Chief Technology Officer dan pendiri Counterpane Internet Security ini, masalah ini merupakan salah satu kerapuhan kriptografi terburuk yang pernah dilihatnya. "Berarti seluruh proteksi kriptografi SSL tidak berfungsi jika menggunakan Internet Explorer," ujarnya.
Menurut Manager Microsoft Security Response Center, Scott Culp, pihaknya tengah menyelidiki cacat tersebut. Namun menurutnya, ada faktor-faktor tertentu yang mengurangi risiko pengguna IE.
Culp mencontohkan, seorang penyadap yang ingin mencuri data harus membuat situs internet palsu terlabih dahulu dan mengarahkan pengakses situs asli ke situs palsu tersebut.
”Kami sama sekali tidak bermaksud mengabaikan laporan tersebut," jelas Culp. "Yang kami katakan adalah, berdasarkan penyelidikan awal sejauh ini, jelas ada beberapa hal yang sangat sulit dilakukan dalam skenario tersebut," ujarnya lagi.
Namun pendapat Culp ini dibantah kembali oleh Benham dan Schneier. Menurut mereka, mengarahkan pengakses menuju sebuah situs tertentu tidaklah sulit karena ada beberapa program yang mudah didapati untuk melakukan redirect pengakses internet.
Lagipula, menurut Banham dan Schneir, untuk dapat menyadap data, seseorang tidak perlu repot-repot membuat situs internet palsu. Cukup dengan menyadap data dari situs internet asli tanpa risiko diketahui oleh sang korban.
Untuk membuktikannya, Benham membuat sebuah program yang menujukkan mudahnya menyadap koneksi SSL dan melakukan dekripsi untuk membaca data tersebut. “Padahal alasan adanya SSL adalah untuk melindungi pengguna dari serangan semacam ini,” ujar Benham. "Jika serangan semacam ini sangat sulit dilakukan, sejak dulu tak perlu digunakan SSL," lanjutnya lagi.
Schneier dalam laporan terpisah juga mengumumkan ditemukannya cacat pada program PGP (Pretty Good Privacy). Program ini dapat digunakan dengan gratis untuk mengenkripsi pesan yang akan dikirimkan melalui internet.
Schneier dan Jonathan Katz dari Universitas Maryland menemukan cara untuk menyadap pesan PGP. Dengan melakukan modifikasi tanpa harus mendekripsinya, sang penyadap dapat menipu penggunanya untuk melakukan pengiriman ulang dan menerima pesan aslinya.
Tangan-tangan jahil kembali berulah di salah satu situs internet terkemuka di Indonesia. Kini yang terkena adalah www.republika.co.id. (Republika Online). Situs koran paling pertama di Indonesia ini terkena deface.
Deface yang melanda Republika Online pertama kali diketahui Selasa (13/8/2002) pukul 05.45 WIB. Sejauh ini, hingga pukul 08.00 WIB, pengelola situs belum memperbaiki situsnya.
Yang jelas, gara-gara ulah si tangan jahil ini, tampilan republika online menjadi lain. Beberapa, judul beritanya berubah sekehendak si pembuat ulah. Judul-judul itu antara lain, "Ah I Miss My Hu***","Menteri Kesehatan Menganjurkan" dan judul ala orang patah hati, "Cinta Bima Beralih."
Bukan saja tampilan default yang diubah, namun juga isi berita bila judul tersebut dikunjungi. Contohnya dalam berita berjudul, "Ah I Miss My Hu***". Isi beritanya, ternyata curhat kerinduan seseorang terhadap kekasihnya yang dibuat ala refrain sebuah lagu anak-anak. “Mana dimana…kitty_spaceku sayang.”
Ulah siapa? Namanya saja tangan jahil alam maya, sulit melacaknya real--nya. Namun si pembuat agaknya gerombolan si pembuat iseng. Mereka meninggalkan sekeping identitas maya, #ViperCs. “This site had been Hacked And Defaced by team #ViperCs oN IRC DaLNet !!! v1p3r^boy ANd Badm4n.”
Entah apa tujuan utamanya, selain beroman-roman ria, #ViperCs juga berkampanye menuntut pembebasan penggunaan frekuensi 2.4 GHz.
"Deface ini ditujukan kepada pemerintah INDONESIA dan masyarakat yang peduli pada penggunaan frekuensi 2,4 GHz ! Pembatasan ini merupakan pengekangan terhadap kebebasan untuk mendapatkan informasi dan merupakan pembodohan rakyat oleh negara ! Hal ini akan mengakibatkan terhambatnya arus informasi dan komunikasi massal serta merugikan perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia."
Sayang, Republika Online harus jadi sasaran antaranya!