InfoSorong.Com Sebagai pelaksana dilapangan dari Team InfoSorong
#Sorong Crew #Sorong Crew sebagai pemrakarsa situs Channel Sorong ini..!?!
#ComentGaul Situs #ComentGaul sebagai wadah berkreasi anak muda Papua.
Welcome
» Selamat Datang di Channel Sorong!
Situs anak muda Sorong Papua yang sering kumpul di Server Dalnet.
Nantinya akan di sediakan berbagai macam fasilitas yang dapat dipergunakan oleh setiap orang dan tentunya familier dan menarik, tunggu saja tanggal mainnya.
Join us online at irc://liberty.dal.net/SoRonG
Server: liberty.dal.net
Channel: #SoRonG
Atau klik shortcut mIRC anda lalu join channel Sorong..!
Untuk sementara kami masih merancang situs tersebut sehingga anda dapat melihat temporary interface pada site ini mudah-mudahan tidak kalah dengan situs manapun yang pernah anda lihat sebelumnya.!?! Karya anak Papua akan dipentaskan di situs ini Sehingga anda dapat mencari data serta berita terbaru yang akan di update oleh Team kami, bahasa pemograman perl, cgi, serta php untuk membuat situs ini dikerjakan oleh anak Papua sendiri loh..!"
Kami sangat berterima kasih apabila anda mengirimkan kritik serta saran yang membangun kepada kami melalui csorong(at)yahoo.com.
Juventus dinobatkan sebagai klub Italia yang punya pendukung paling banyak di dalam negeri. Hasil sebuah polling yang diadakan majalah “Panorama” menyebutkan, sekitar 8,5 juta orang atau hampir 30 persen dari jumlah total penduduk Italia yang menyenangi sepakbola menggandrungi tim ini.
Juve berada di urutan teratas sekaligus mengalahkan dua rival yang berasal dari satu kota; Internazionale dan AC Milan. Inter bercokol di tempat kedua dengan jumlah fans sekitar 4,5 juta atau hanya 60 ribu lebih banyak daripada saudaranya AC Milan.
Yang cukup mengejutkan adalah munculnya Napoli di urutan keempat. Padahal klub yang pernah dihuni sekaligus dibesarkan Diego Maradona itu tergolong klub miskin sebagaimana umumnya tim-tim yang berada di kawasan utara Italia. Penggemar Napoli masih lebih banyak daripada AS Roma, Lazio, Torino, Fiorentina (almarhum) dan Bologna.
Polling yang sama—dilansir Football Italia, Jumat (11/10/2002)—juga menunjukkan betapa banyak orang justru memusuhi Juventus. Sekitar 33 persen dari tifosi AS Roma mengaku lebih membenci klub asal kota Turin itu ketimbang tetangga sekaligus seterunya, Lazio.
Begitu pula dengan pendukung Milan dan Inter. Sebanyak 41 dan 36 persen di antaranya setuju bahwa Juventus adalah rival mereka yang nomor satu.
Juventus alias The Old Lady alias La Vecchia Signora alias “Si Nyonya Besar” didirikan pada tahun 1897. Julukan itu berubah menjadi Bianconeri alias si putih-hitam pada tahun 1903 setelah mengadopsi warna kostum klub Inggris Notts County. Awalnya, klub ini mengenakan seragam warna pink atau merah muda!
Kostum a la kuda zebra itu ternyata membawa berkah karena dua musim kemudian mereka berhasil memenangkan kompetisi Liga Italia untuk pertama kalinya. Sampai saat ini pun klub yang ditopang oleh perusahaan mobil FIAT itu masih memegang rekor tertinggi dalam perebutan gelar scudetto, yakni 26 kali. Saingan terdekat mereka adalah AC Mian (16) dan Inter (13).
Bersama Inter, Juventus adalah satu-satunya tim yang belum pernah terdegradasi dari Seri A. Selain titel domestik, mereka juga sudah pernah menjuarai Piala Champions dua kali, Piala UEFA (3), Piala Toyota (2), Piala Super Eropa (2), dan Piala Winners (1).
Pemain yang paling sering membela Juventus adalah Giampiero Boniperti (444 cap), sedangkan topskornya adalah Giampiero Boniperti (178 gol). Sampai saat ini rekor penjualan tertinggi tercatat atas nama Zinedine Zidane yang dilepas ke Real Madrid pada musim 2001/2002 dengan harga 48 juta poundsterling. Adapun pembelian termahal adalah Gianluigi Buffon dari Parma senilai 32 juta pounds.
Kalau sudah menyangkut urusan nyawa, siapapun pasti memilih bersikap hati-hati. Begitu pula dengan pelatih PSV Eindhoven Guus Hiddink yang mulai tidak tenang setelah dua kali menerima surat ancaman mati dari fans tak dikenal.
Bulan lalu Hiddink mendapat surat anonim yang berbunyi dirinya bakal ditembak apabila mendatangkan kesuksesan pada PSV, sama seperti yang dilakukannya terhadap tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2002 lalu. Dalam surat itu pula terlampir dua buah butir peluru.
Surat ancaman yang pertama tersebut sengaja dirahasiakan atas saran aparat kepolisian setempat. Namun setelah menerima teror yang kedua, beberapa minggu setelah yang pertama, Hiddink pun memutuskan untuk mengeksposnya kepada publik, termasuk pers.
“Saya menerima ancaman lagi yang isinya mirip dengan yang pertama. Pekan depan saya akan melaporkan hal ini kepada polisi sekaligus menyerahkan semuanya untuk diusut otoritas yang berwenang,” ungkap Hiddink seperti dilansir situs PSV, Kamis (10/10/2002).
Kejadian mengerikan ini tentu saja membuat Hiddink merasa was-was. Meskipun belum serta-merta ingin segera meletakkan jabatannya sebagai pelatih PSV, namun segala sesuatunya tergantung pada perkembangan kasus ini selanjutnya.
“Ada fans tak berotak dari tim lain yang ingin membunuhku. Dalam salah satu suratnya terdapat dua butir peluru. Ini sudah cukup untuk menakut-nakuti seseorang yang paling pemberani sekalipun, dan membuat Anda berpikir tentang olahraga ini,” tambahnya.
Hiddink adalah pahlawan kesuksesan timnas Korea yang berhasil lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2002 setelah menaklukkan beberapa negara kuat seperti Portugal, Italia dan Spanyol. Atas jasa-jasanya itu ia diberi anugerah sebagai warga kehormatan Korea Selatan.