Insiden penembakan liar terjadi lagi di Papua. Kali ini, istri Direktur Elsham, sebuah LSM yang tengah terlibat konflik dengan TNI, ditembak di dekat perbatasan Papua-Papua New Geunea (PNG). Sama seperti di Timika, penembaknya misterius.
Laporan yang dihimpun detikcom, Elsye Rumbiak, istri Direktur Elsham John Rumbiak tengah dalam perjalanan ke PNG bersama sejumlah kerabatnya untuk mengunjungi kerabat lainnya. Mereka pergi dengan menggunakan sebuah minibus milik Bina Marga. Total rombongan ada 11 orang.
Pukul 09.30 WIT, sesampainya di gapura tapal batas, sekitar 20 km arah timur dari ibukota Papua, Jayapura, minibus terhenti. Soalnya, pintu perbatasan masih ditutup. Akhirnya rombongan ini putar haluan ke arah Jayapura dengan maksud meminta izin ke kantor imigrasi yang ada di dekat pos perbatasan tersebut.
Namun baru 10 meter, bus memutar haluan tiba-tiba terdengar suara tembakan dari semak-semak yang ada di sekitar lokasi. Semua penumpang panik. Insiden ini terjadi beberapa saat. Setelah penyerang misterius itu pergi, diketahui 3 orang mengalami luka tembak.
Elsye Rumbiak menderita luka tembak di kaki kanan dan kiri. Saudaranya, Yenny Merauje tertembak di kaki kanan. Dan satu lagi, korban seorang anak kecil yang belum diketahui namanya.
Karena keterbatasan sarana, hanya 2 korban luka, Rumbiak dan Merauje yang segera dievakuasi ke pos militer terdekat. Dari situ, kedua korban dilarikan ke RS Angkatan Darat Martinen Dei di Jayapura.
Atas insiden ini, Elsham segera melapor ke Polres Jayapura. Polisi saat ini sudha meluncur di TKP dan tengah melakukan penyisiran dan penyelidikan disitu. Mereka sekaligus mengevakuasi korban yang tertinggal.
Untuk diketahui, Elsham saat ini tengah mendapat sorotan berkaitan insiden penembakan liar yang terjadi di Timika yang menewaskan 3 orang termasuk 2 warga Amerika Serikat (AS). Elsham menengarai pelaku penembenakan itu melibatkan unsur TNI. Gara-gara ini, TNI berniat menuntut Elsham.
Tragisnya, penembakan liar kini malah menimpa istri direktur Elsham.
| Source: Ö --» SOQNews --» 06:42 p.m. - Saturday, December 28, 2002|